blog ini dalam masa memperbaiki diri,, silahkan kasi kritik dan sarannya demi kemajuan kita bersama ^^ trus jangan lupa di follow ya,,

Jumat, 05 Maret 2010

hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり)

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形, boneka festival).
Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).
Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

Susunan Boneka

Boneka diletakkan di atas panggung bertingkat yang disebut dankazari (tangga untuk memajang). Jumlah anak tangga pada dankazari ditentukan berdasarkan jumlah boneka yang ada. Masing-masing boneka diletakkan pada posisi yang sudah ditentukan berdasarkan tradisi turun temurun. Panggung dankazari diberi alas selimut tebal berwarna merah yang disebut hi-mōsen.
Satu set boneka biasanya dilengkapi dengan miniatur tirai lipat (byōbu) berwarna emas untuk dipasang sebagai latar belakang. Di sisi kiri dan kanan diletakkan sepasang miniatur lampion (bombori). Perlengkapan lain berupa miniatur pohon sakura dan pohon tachibana, potongan dahan bunga persik sebagai hiasan.

Tangga teratas

Dua boneka yang melambangkan kaisar (o-dairi-sama) dan permaisuri (o-hina-sama) diletakkan di tangga paling atas. Dalam bahasa Jepang, dairi berarti "istana kaisar", dan hina berarti "sang putri" atau "anak perempuan". Wilayah Kansai dan Kanto memiliki urutan kanan-kiri yang berbeda dalam penempatan boneka kaisar dan permaisuri, namun susunan boneka di setiap anak tangga berikutnya selalu sama.

Tangga kedua

Tiga boneka puteri istana (san-nin kanjo) diletakkan di tangga kedua. Ketiga puteri istana membawa peralatan minum sake. Boneka puteri istana yang paling tengah membawa mangkuk sake (sakazuki) yang diletakkan di atas sampō. Dua boneka puteri istana yang lain membawa poci sake (kuwae no chōshi), dan wadah sake yang disebut (nagae no chōshi). Gigi salah satu boneka puteri istana dihitamkan (ohaguro) dan alisnya dicukur habis. Dalam boneka versi Kyoto, puteri istana yang paling tengah dari Kyoto membawa shimadai (hiasan tanda kebahagiaan dari daun pinus, daun bambu, dan bunga ume).

Tangga ketiga

Lima boneka pemusik pria (go-nin bayashi) berada di tangga ketiga. Empat musisi masing-masing membawa alat musik, kecuali penyanyi yang membawa kipas lipat. Alat musik yang dibawa masing-masing pemusik adalah taiko, ōkawa, kotsuzumi, dan seruling.

Tangga keempat

Dua boneka menteri (daijin) yang terdiri dari Menteri Kanan (Udaijin) dan Menteri Kiri (Sadaijin) berada di tangga ke-4. Boneka Menteri Kanan digambarkan masih muda, sedangkan boneka Menteri Kiri tampak jauh lebih tua. Dari sudut pandang pengamat, Menteri Kanan berada di sebelah kiri, sedangkan Menteri Kiri berada di sebelah kanan.

Tangga kelima

Pada tangga kelima diletakkan tiga boneka pesuruh pria (shichō). Ketiganya masing-masing membawa bungkusan berisi topi (daigasa) yang dibawa dengan sebilah tongkat, sepatu yang diletakkan di atas sebuah nampan, dan payung panjang dalam keadaan tertutup. Dalam boneka versi lain, pesuruh pria membawa penggaruk dari bambu (kumade) dan sapu.Selanjutnya, kereta sapi dan berbagai miniatur mebel yang dijadikan hadiah pernikahan diletakkan di atas tangga-tangga di bawahnya.
Hidangan istimewa untuk anak perempuan yang merayakan Hinamatsuri antara lain: kue hishimochi, kue hikigiri, makanan ringan hina arare, sup bening dari kaldu ikan tai atau kerang (hamaguri), serta chirashizushi. Minumannya adalah sake putih (shirozake) yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan mirin atau shōchū, dan kōji. Minuman lain yang disajikan adalah sake manis (amazake) yang dibuat dari ampas sake (sakekasu) yang diencerkan dengan air dan dimasak di atas api.

Sejarah

Sebelum kalender Gregorian digunakan di Jepang, Hinamatsuri dirayakan setiap hari ke-3 bulan 3 menurut kalender lunisolar. Menurut kalender lunisolar, hari ke-3 bulan 3 disebut momo no sekku (perayaan bunga persik), karena bertepatan dengan mekarnya bunga persik.
Kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang sejak 1 Januari 1873 sehingga perayaan Hinamatsuri berubah menjadi tanggal 3 Maret. Walaupun demikian, sebagian orang masih memilih untuk merayakan Hinamatsuri sesuai perhitungan kalender lunisolar (sekitar bulan April kalender Gregorian),
Dalam sejumlah literatur klasik ditulis tentang kebiasaan bermain boneka di kalangan anak perempuan bangsawan istana dari zaman Heian (sekitar abad ke-8). Menurut perkiraan, boneka dimainkan bersama rumah boneka yang berbentuk istana. Permainan di kalangan anak perempuan tersebut dikenal sebagai hina asobi (bermain boneka puteri). Pada prinsipnya, hina asobi adalah permainan dan bukan suatu ritual.
Sejak abad ke-19 (zaman Edo), hina asobi mulai dikaitkan dengan perayaan musim (sekku) untuk bulan 3 kalender lunisolar. Sama halnya dengan perayaan musim lainnya yang disebut "matsuri", sebutan hina asobi juga berubah menjadi Hinamatsuri dan perayaannya meluas di kalangan rakyat.
Orang Jepang di zaman Edo terus mempertahankan cara memajang boneka seperti tradisi yang diwariskan turun temurun sejak zaman Heian. Boneka dipercaya memiliki kekuatan untuk menyerap roh-roh jahat ke dalam tubuh boneka, dan karena itu menyelamatkan sang pemilik dari segala hal-hal yang berbahaya atau sial. Asal-usul konsep ini adalah hinanagashi ("menghanyutkan boneka"). Boneka diletakkan di wadah berbentuk sampan, dan dikirim dalam perjalanan menyusuri sungai hingga ke laut dengan membawa serta roh-roh jahat.
Kalangan bangsawan dan samurai dari zaman Edo menghargai boneka Hinamatsuri sebagai modal penting untuk wanita yang ingin menikah, dan sekaligus sebagai pembawa keberuntungan. Sebagai lambang status dan kemakmuran, orang tua berlomba-lomba membelikan boneka yang terbaik dan termahal bagi putrinya yang ingin menjadi pengantin.
Boneka yang digunakan pada awal zaman Edo disebut tachibina (boneka berdiri) karena boneka berada dalam posisi tegak, dan bukan duduk seperti sekarang ini. Asal-usul tachibina adalah boneka berbentuk manusia (katashiro) yang dibuat ahli onmyōdō untuk menghalau nasib sial. Boneka dalam posisi duduk (suwaribina) mulai dikenal sejak zaman Kan'ei. Pada waktu itu, satu set boneka hanya terdiri sepasang boneka yang keduanya bisa dalam posisi duduk maupun berdiri.
Sejalan dengan perkembangan zaman, boneka menjadi semakin rumit dan mewah. Pada zaman Genroku, orang mengenal boneka genrokubina (boneka zaman Genroku) yang dipakaikan kimono dua belas lapis (jūnihitoe). Pada zaman Kyōhō, orang mengenal boneka ukuran besar yang disebut kyōhōbina (boneka zaman Kyōhō). Perkembangan lainnya adalah pemakaian tirai lipat (byōbu) berwarna emas sebagai latar belakang genrokubina dan kyōhōbina sewaktu dipajang.
Keshogunan Tokugawa pada zaman Kyōhō berusaha membatasi kemewahan di kalangan rakyat. Boneka berukuran besar dan mewah ikut menjadi sasaran pelarangan barang mewah oleh keshogunan. Sebagai usaha menghindari peraturan keshogunan, rakyat membuat boneka berukuran mini yang disebut keshibina (boneka ukuran biji poppy), dan hanya berukuran di bawah 10 cm. Namun keshibina dibuat dengan sangat mendetil, dan kembali berakhir sebagai boneka mewah.
Sebelum zaman Edo berakhir, orang mengenal boneka yang disebut yūsokubina (boneka pejabat resmi istana). Boneka dipakaikan kimono yang merupakan replika seragam pejabat resmi istana. Prototipe boneka Hinamatsuri yang digunakan di Jepang sekarang adalah kokinbina (translasi literal: boneka zaman dulu). Perintis kokinbina adalah Hara Shūgetsu yang membuat boneka seakurat mungkin berdasarkan riset literatur sejarah. Boneka yang dihasilkan sangat realistik, termasuk penggunaan gelas untuk mata boneka.
Mulai sekitar akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji, boneka Hinamatsuri yang mulanya hanya terdiri dari sepasang kaisar dan permaisuri berkembang menjadi satu set boneka lengkap berikut boneka puteri istana, pemusik, serta miniatur istana, perabot rumah tangga dan dapur. Sejak itu pula, boneka dipajang di atas dankazari (tangga untuk memajang), dan orang di seluruh Jepang mulai merayakan hinamatsuri secara besar-besaran.
source: copas wikipedia


Minggu, 28 Februari 2010

PLASTIC BEAUTY VS INNER BEAUTY

Seorang temanku pernah bercerita betapa dia bencinya kepada salah satu girl band korea yang bernama SNSD, awalnya kebenciannya karena kedekatan SNSD dengan SUJU, tapi kebenciannya semakin menjaddi saat mengetahui ternyata sebagian besar anggota SNSD adalah oplas.


Aku sih sebagai salah satu kaum wanita yang –ehm- kurang cantik awalnya emang ngerasa kesal dengan mereka2 terutama para artis dan yang utama lagi artis luar yang operasi plastic!! Tapi aku nggak mau ambil kesimpulan kalo oplas itu buruk!!


Coba bayangin kalo yang jadi artis itu jelek!! Trus bayangin kalo yang deketin idola kalian itu gembrot!! Trus yang meranin iklan make up itu orang yang GAK good loking bgt!! Apa tanggaan kalian??


Pasti begini nih komentarnya

“ih… mendingan gue…”

“bagusan lagi wajahku”

“kenapa sih dia jadi artis”


Begitulah…

Jadi menurut aku, kita sukurin lah apa yang ada, dan jangan menjelek kan orang seenak hati kita, kita juga harus berpikir dari pola pikiran yang berbeda2. kita juga bisa kok seperti mereka kalo kita bisa pede, gak butuh dengan kecantikan luar tapi dengan inner beauty...

Selasa, 16 Februari 2010

Ayaka- Okaeri ost zettai kareshi

okaeri-ayaka

okaeri sweethome
kaeru bashou yeah
ai wo arigatou

mata heiki no furi wo shite
kanashimi no iro wo nuritsubushite
waratte shimaun desu
shinjiru koto no taisetsusa
wakatteru no ni iza to iu toki
utagatte shimau yeah

karappo no karada
nagareru toki ni
fuiteshimaisou ni naru kedo
anata no koto dakishimetai
kono kimochi katsugi ugokasu no

okaeri im home
hitogoto de mitasareru kokoro
okaeri sweethome
kaeru bashou yeah
ai wo arigatou
sweet home

jibun no koto bakkari wo
kangaeru otona wa zuruin da to
omotteitan desu
demo hisshi ni kaeru koto wo
sakenderu hito mo iru'n da
yatto shitta'n desu

atarimae no shiawase nanka
kono sekai ni hitotsu mo nai
anata no tame, sou omoeta
kono kimochi katsugi ugokasu no

okaeri im home
supiido ga kasokushiteku mainichi
okaeri sweet home
kawaranai zutto aru keshiki
sweet home

sagashite nakushita
kokoro no kizu ga
tachimukau tsuyosa ni kawareta no wa
“okaeri” ga atta kara

okaeri im home
hitogoto de mitasareru kokoro
okaeri sweethome
kaeru bashou yeah
ai wo arigatou

okaeri im home
daijoubu anata ga iru kara
okaeri sweethome
mattete ne mou sugu tsuku kara
sweethome
oh yeah
okaeri…sweethome

Minggu, 14 Februari 2010

Zettai Kareshi

hohohohoho,,, mungkin pengaruh jomblo dan malam minggu *eh uda pagi ya*, aku nonton lagi dorama ini untuk yang kesekian kalinya.. kalo kamu punya pasangan, sangat tidak diwajibkan nonton dorama ini, krn bisa membuat perang dunia kesekian. tp kalo kamu jomblo, silahkah,, tp ada baiknya jangan deh, krn bisa bikin kita mimisan! ahahahaha uuda deh jgn byk cerita langsung aja ya ini profil n reviewnya,,,

Kronos heaven adalah sebuah perusahaan Robot yang sedang mengembangkan Robot Pacar untuk cewek-cewek yang tdk berpengalaman dlm cinta, Namikiri-san bertemu dengan Riiko dan ia mengatakan akan merubah kehidupan Riiko, cewe lugu pilihan namikiri-san ini pun dibawa ke perusahaan KH dan diberi pertanyaan2 ttg pacar idealnya. beberapa hari kemudian, scr mengejutkan riko dapat kiriman barang berupa robot, cara menghidupkannya dengan ciuman *kayak putri salju*, tp setelah dicium, robot itu blm bereaksi, krn uda telat dia pun pergi ke kantornya dgn buru2. sesampainya di rumah kembali, riiko bingung dgn keadaan rumahnya yg bersih,, tiba2 lelaki tanpa pakaian muncul dr kamarnya yang membuatnya panik dan melemparnya dgn panci, lalu lelaki itu memperkenalkan diri sbg pcr, namikiri-san datang utk menjelaskan bahwa robot itu dipinjamkan secara gratis selama 5 hari sebagai bahan penelitian sementara.

awalnya riko menolak keberadaan robot ini, bahkan dia berperilaku tdk baik padanya, ia bahkan mengembalikannya sebelum waktunya, ttp krn kebaikan hati naito yg menolong riiko di saat terdesak, rikopun mulai tersentuh bahkan ia memberi nama naito (knight) yang berarti pahlawan dalam bahasa jepang. bahkan akhirnya ia sampai rela membeli naito dengan cicilan 70tahun ^^,, tapi mungkin krn naito ini robot, dia tetap tdk menjawab cintanya naito meskipun berulang2 naito mengatakan "riko, aishiteru" namun, lama kelamaan tanpa dia sadari keberadaan naito sangat berarti baginya. endingnya sedih,,, TT-TT tp memang begitulah kenyataannya,, nggak mngkin robot bs bersatu dgn manusia kan??

kurang lbh begitulah ceritanya, kalo mau lengkapnya lbh baik nonton,, ^^ krn saya krg bs cerita, kalo mau diceritakan bisa2 blognya yang teler, ok!
ada banyak karakter di cerita ini yg berhubungan dgn kedua karakter utama naito dan riiko. ada shoshi, bos riiko yang menyukai riiko. mika, sahabat riiko yang menusuk dr belakang. oyasan, bibi kosan riiko yg ngefans cowo2 ganteng termasuk naito. dll..
mungkin ini dorama yang akan terus melekat di htiku, bukan hanya karena diperankan hayami mokomichi, tetapi krn ceritanya yang bagus, lucu, dan menarik. ^^ oya zettai kareshi ini berdasarkan komik berjudul sama karyanya watase yuu, meskipun sama dengan komiknya yang full of fanservice tapi banyak yang berbeda, misalnya dalam komik riiko dkk masi sma, sdgkn riiko di dorama udah kerja, trus, dlm komiknya banyak adegan2 18+ sedangkan di dorama nggak bnyk, pas ttau komik zettai kareshi dijadikan dorama aku pikir bakalan sama dengan komiknya, ternyata nggak! kalo aku di suruh milih bgsan mana, aku akan milih doramanya.. ^^

source: dvd zettai kareshi, manga zettai kareshi 1-6, google, wikipedia


Jumat, 15 Januari 2010

MANGA 漫画

Manga (kanji: 漫画; hiragana: まんが; katakana: マンガ; terdiri dari komik dan cetakan kantoon (sesuatu yang disebut dengan komikku コミック), komik masuk  ke Jepang dan berkembang mengikuti gaya Jepang di akhir abad 19.
Di Jepang, orang-orang dari berbagai usia membaca manga. Jenis-jenisnya ialah: action-adventure, romance, sports dan games, historical drama, comedy, science fiction dan fantasy, mystery, horror, sexualitas dan business/commerce dan lainnya. Sejak tahun 1950-an, manga tetap menjadi bagian utama dari Industri percetakan Jepang. Ditunjukkan dengan lebih dari 406 milyar yen penjualanannya di Jepang pada tahun 2007 (kira-kira 3.6 milyar US dolar). Manga juga menjadi makin digemari di seluruh dunia. Di tahun 2008, penjualanan Manga di Amerika Serikat dan Kanada 175 juta dolar. Manga biasanya dicetak hitam dan putih meskipun ada beberapa manga yang colorful. Di Jepang biasanya berseri dalam majalah manga berukuran buku telepon, seringkali mengandung banyak cerita, masing2 dimunculkan dalam satu episode yang bersambung ke edisi selanjutnya. Jika serinya lengkap chapter yang terkumpul bisa dipublikasikan kembali dalam bentuk buku komik atau yang disebut dengan tangkoubon. Seorang Mangaka (pembuat komik) bekerja dengan beberapa asisten di studio kecil dan diasosiasi oleh creative editor dari sebuah perusahaan percetakan. Jika seri manga cukup terkenal, bisa dijadikan anime setelahnya atau bahkan selama manga berlangsung, bahkan terkadang manga dijadikan Live Action atau Film animasi, contohnya STAR 
WARS.
source: wikipedia (translated by me)